Selain Wasir, Ini Penyakit Lain yang Sering Menyerang Anus

By | 19th February 2016

Selain Wasir, Ini Penyakit Lain yang Sering Menyerang Anus

Anus merupakan salah satu bagian tubuh yang terketak dibagian belakang, tidak terlihat, dan digunakan untuk membuang limbah dari tubuh manusia. Walaupun begitu, nyatanya anus bukanlah organ yang bisa disepelekan begitu saja. Justru jika anus mengalami gangguan, maka kondisi kesehatan seseorang dapat terancam.

Sema halnya dengan organ tubuh yang lain, anus juga kerap diserang oleh berbagai masalah kesehatan, seperti salah satunya adalah wasir atau ambeien. Namun, selain wasir, ternyata ada beberapa jenis masalah kesehatan yang bisa menyerang bagian anus, diantaranya adalah :

  • Abses Anus

Abses anus merupakan bengkaka yang menyakitkan di dekat anus yang dapat berisi nanah. Kebanyakan abses anus tidak berhubungan dengan masalah kesehatan lainnya dan timbul secaraspontan dengan penyebab yang tidak jelas. Abses ini terbentuk dari kelenjar anal kecil yang membesar dan menyebabakn infeksi di bawah kulit. Hal ini sering kali terjadi pada orang dewasa yang berusia antara 20 hingga 40 tahun dan lebih banyak terjadi pada pria dibandingkan dengan wanita. Sebagian besar abses anus terletak dekat dengan pembukaan anus, dekat dengan usus yang dekat dengan anus atau pinggul.

  • Fistula Anal

Fistula anal terbentuk karena sisa abses anus yang telah kering (baik dengan sendirinya atau dengan bantuan dokter) dan menimbulkan terowongan atau semacam lorong yang sempit. Fistula ini menghubungkan bagian tengah dari lubang anus dengan permukaan kulit. Terkadang pembukaan fistula pada permukaan kulit terus menerus mengeluarkan nanah atau cairan berdarah. Dalam kasus lain, fistula dapat menutup sementara dan menyebabkan kekambuhan abses anus.

  • Fisura Anus

Fisura anus atau yang sering disebut denganfisura anorektal merupakan robekan pad alapisan lubang anus (anoderm). Fisura kebanyakan terjadi karena tinja yang keras dan menyebabkan luka pada anus ketika buang air besar. Terkadang fisura anus juga bisa muncul karena diare yang berkepanjangan, penyakit usus inflamasi atau penyakit menular seksual yang melibatkan daerah anorektal. Fisura anus biasanya berupa luka ringan, namun dapat berkembang menjadi kronis jika robekannya semakin oanjang hingga mengekspos permukaan otot yang mendasarinya.

Selain penyakit yang disebabkan karena bakteri atau virus, perilaku tertentu juga dapat mempengaruhi risiko seseorang terkena gangguan pada anusnya, salah satunya adalah perilaku seks yang tidak aman, yaitu anal seks.

Seks anal dapat menyebabkan anus merasakan nyeri dan tidak nyaman. Ini tidak mengherankan, mengingat anus tidak dirancang untuk digunakan sebagai media senggama. Akibatnya, anus jadi terasa sakit ketika dipaksa dipakai untuk berhubungan intim.

Selain itu, seks anal dapat memperparah penyebaran bakteri Escherichia Coli (E.coli). Bakteri ini telah lama dikenal dapat menyebabkan gastroenteritis (infeksi usus yang sangat menular), mulai dari yang ringan sampai yang parah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *