Penyebab dan Cara Mengatasi Susah Buang Air Besar saat Puasa

By | 26th May 2018

Penyebab dan Cara Mengatasi Sulit Buang Air Besar saat Puasa,- Jika dilakukan dengan benar dan Anda tetap menjalankan gaya hidup sehat, maka puasa bisa memberikan manfaat yang menyehatkan bagi tubuh. Walaupun begitu, ada banyak gangguan kesehatan yang terkadang dialami saat menjalankan puasa, salah satunya yaitu sembelit atau susah buang air besar.

Masalah kesehatan yang satu ini tentu akan membuat penderitanya merasa tidak nyaman selama berpuasa. Perubahan pola makan saat puasa tentu saja dapat memberikan pengaruh pada sistem pencernaan. Maka dari itu, tidak heran jika Anda lebih mudah mengalami sembelit saat puasa.

Walaupun begitu, Anda harus tetap mengatasi masalah susah buang air besar ini. Tapi, sebelumnya alangkah baiknya jika Anda mengetahui terlebih dahulu apa yang menjadi penyebab sembelit atau susah buang air besar saat puasa berikut ini !

Mengetahui Penyebab Susah Buang Air Besar saat Puasa

Susah buang air besar merupakan gejala umum yang banyak dialami saat berpuasa. Dalam sebagian besar kasus, susah buang air besar saat puasa terjadi karena usus besar menyerap terlalu banyak air dari makanan yang ada di usus besar. Semakin lambat makanan bergerak melalui saluran pencernaan, maka semakin banyak pula air yang akan diserap usus besar darinya. Akibatnya, kotoran menjadi kering dan keras sehingga frekuensi untuk buang air besar jadi berkurang.

Berikut ini merupakan beberapa penyebab susah buang air besar saat puasa yang perlu diwaspadai, yaitu :

  • Kurang minum

Selama puasa, tubuh mengalami kekurangan cairan, hal ini membuat tubuh tidak terhidrasi dengan baik dan menyebabkan susah buang air besar.

Air berperan dalam melarutkan zat-zat makanan dan mengangkut sisa makanan ke dalam sistem pembuangan tubuh. Jika tubuh mengalami dehidrasi akibat kurang asupan cairan, maka sisa makanan akan sulit terbawa ke sistem pembuangan tubuh. itulah sebabnya mengapa kita disarankan untuk memenuhi kebutuhan asupan air saat berbuka dan sahur untuk mengurangi risiko sembelit.

  • Sering menahan buang air besar

Jika Anda sering mengabaikan keinginan buang air besar, maka keinginan tersebut akan berangsur-angsur hilang sampai Anda akhirnya tidak merasakan lagi. Itulah sebabnya mengapa Anda harus menghindar kebiasaanya tersebut. Pasalnya semakin lama Anda menahan buang air besar, maka feses akan semakin lama berada didalam usus, sehingga membuatnya menjadi keras dan kering.

  • Kurang asupan serat

Perubahan pola makan selama puasa membuat banyak orang tidak memperhatikan asupan makanannya dengan baik, terutama serat. Padahal, makanan yang kaya akan serat dapat meningkatkan kemampuan gerak peristaltik usus, dan membuat dinding usus lebih mengembang. Sehingga sisa makanan bisa tercerna dengan mudah, dan tidak perlu berlama-lama ada di dalam usus.

  • Terlalu banyak konsumsi produk susu

Susu bisa memperlambat proses pencernaan karena mengandung sedikit serat. Terlalu banyak mengonsumsi susu dan produk olahannya, seperti keju dan es krim dapat menyebabkan Anda mengalami susah buang air besar, terlebih lagi jika Anda tidak mengimbanginya dengan mengonsumsi buah dan sayur selama puasa.

  • Gangguan usus

Gangguan lain pada usus yang menyebabkan terjadinya sembelit adalah adanya gangguan fungsi otot pada usus. Seperti timbulnya tumor di dalam usus, adanya jaringan parut (adhesi), terjadi peradangan atau infeksi di kolon (usus besar), penyempitan yang abnormal pada kolon dan rektum sehingga akan membuat proses pencernaan terganggu.

Cara Mengatasi Susah Buang Air Besar saat Puasa

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi masalah pencernaan susah buang air besar saat puasa yaitu dengan mengubah gaya hidup. Perubahan gaya hidup ini meliputi :

  1. Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung serat, misalnya dengan mengonsumsi sayuran, buah, biji-bijian, sereal, kacang-kacangan, gandum, dan beras merah.
  2. Pastikan Anda memenuhi asupan cairan selama berpuasa minumal 8 gelas per hari. Anda bisa mengonsumsi 2 gelas air putih saat berbuka 2 gelas saat sahur, dan 4 gelas sepanjang malam.
  3. Hindari produk olahan susu, kafein, alkohol, dan rokok
  4. Jangan menunda keinginan untuk buang air besar dan mulailah untuk mengatur kebiasaan buang air besar
  5. Olahrag secara teratur minumal 30 menit setelah berbuka dengan intensitas ringan sampai sedang
  6. Tidak mengonsumsi obat pencahar secara sembarangan tanpa rekomendasi dari dokter.

 

Artikel terkait :

Tips Mengatasi Sembelit Berkepanjangan
Benarkah Minum Kopi Bisa Mengatasi Sembelit? Ini Faktanya
Cara Terbaik untuk Atasi Sembelit di Rumah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *