Pengobatan Dengan Semut Jepang, Ini Tanggapan Dokter

By | 15th March 2016

Pengobatan Dengan Semut Jepang, Ini Tanggapan Dokter

Pada pertengahan tahun 2015 lalu, semut jepang begitu populer karena dianggap mampu mengobati penyakit diabetes belum terbukti secara penelitian medis.

Menurut Parlindungan, dunia kedokteran jaman sekarang tidak lagi mengenal hal-hal seperti itu. Semua jenis pengobatan berdasarkan evidence base medicine. Terapi seperti pengobatan menggunakan semut jepang tersebut tidak akan pernah dipakai oleh dokter yang lulus beberapa waktu terakhir ini.

“Evidence base medicine itu sekarang diajarkan ke mahasiswa. Zaman dokter sewaktu saya masih mahasiswa, belum mengenal ilmu yang seperti ini,” kata Parlindungan.

Menurut Parlindungan dari Divisi Ginjal Hipertensi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI, tidak heran jika kini dokter-dokter pada zaman itu merangkap jadi dukun. Semua pengobatan yang belum terbukti secara ilmiah diaggap bagus dan efektif untuk mengobati penyakit.

Namun, sekarang hal tersebut tidak lagi dipergunakan. Tanpa adanya bukti yang jelas, maka obat tidak akan diedarkan. setidaknya obat yang baru harus diteliti hingga di fase 4.

Penelitian tersebut pertama kali dilakukan ditubuh binatang sampai pada akhirnya di tubuh manusia percobaan. Setelah para peneliti tidak lagi menemukan efek samping yang berbahaya, maka obat baru boleh dipasarkan dan digunakan oleh masyarakat.

Pada dasarnya semua obat memiliki efek samping. Namun penelitian yang efek sampingnya benar-benar kecil dan tidak lagi berbahaya ketika dikonsumsi oleh pasien. MEnurut Parlingan, jangan mudah percaya terhadap pengobatan yang menggunakan semut jepang.  “Ilmu kedokteran itu bukan ilmu yang mudah dan pastinya tidak sembarangan,” kata dia menutup perbincangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *