Mewaspadai Gejala dan Penyabab Radang pada Lapisan Rektum

By | 16th March 2018

Mewaspadai Gejala dan Penyabab Radang pada Lapisan Rektum,- Seperti bagian tubuh lainnya, anus atau dubur juga sering mengalami beragam gangguan kesehatan, salah satunya yaitu radang pada lapisan rektum atau proktitis.

Proktitis sendiri merupakan inflamasi yang terjadi pada dinding rektum dan anus. Rektum adalah bagian dari sistem pencernaan bawah, terletak antara usus besar dan anus. Tinja manusia akan melewati rektum untuk sampai ke anus dan akhirnya dibuang ke luar tubuh.

Gejala Radang pada Lapisan Rektum

Gejala proktitis bisa berlangsung untuk jangka pendek ataupun jangka panjang (kronis). Selain sering atau terus ingin buang air besar (BAB) yang menjadi gejala utamanya, juga ada beberapa indikasi lain yang menunjukkan radang pada lapisan rektum, diantaranya :

  • Diare
  • BAB yang terasa tidak tuntas
  • Nyeri perut bagian kiri bawah
  • Rektum dan anus yang terasa sakit
  • Perut kiri bagian bawah terasa kaku atau kram saat BAB
  • Perdarahan atau adanya lendir yang keluar dari rektum

Jika Anda merasakan salah satu atau beberapa gejala tersebut, maka sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter. Deteksi dini dan pengobatan yang tepat akan menghindarkan Anda dari komplikasi.

Mewaspadai Penyebab Radang pada Lapisan Rektum

Radang lapisan rektum bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti karena penyakit menular seksual atau kondisi medis lainnya. Berikut ini merupakan beberapa penyekabab radang pada lapisan rektum yang perlu diketahui dan diwaspadai :

  • Antibiotik. Terkadang, antibiotik yang digunakan untuk melawan infeksi juga ikut serta membunuh bakteri-bakteri sehat yang berfungsi ntuk menjaga kesehatan saluran cerna. Akibatnya, bakteri berbahaya seperti Clostridium difficile dapat tumbuh dan berkembang baik di rektum.
  • Reaksi terhadap protein dari makanan, misalnya bayi yang minum susu sapi atau kedelai. Bayi yang minum ASI dari ibu yang mengonsumsi produk-produk susu juga berpotensi mengalami proktitis.
  • Infeksi akibat bakteri. Contohnya bakteri Salmonella dan Shigella yang berasal dari makanan.
  • Penumpukkan sel darah putih. Bayi yang berusia dibawah 2 tahun berisiko mengalami inflamasi rektum akibat penumpukan eosinofil, yaitu salah satu jenis sel darah putih.
  • Penyakit autoimun pada usus besar, seperti penyakit Crohn atau kolitis ulseratif. Diperkirakan sekitar sepertiga dari keseluruhan pengidap penyakit ini mengalami proktitis.
  • Penyakit menular seksual, misalnya gonore, sifilis, herpes, serta klamidia. Ini merupakan cara paenyebaran proktitis yang paling umum terjadi, terutama pada mereka yang melakukan seks anal dengan lebih dari 1 pasangan.
  • Efek samping operasi, misalnya pada pasien yang menjalani operasi usus besar dan tidak bisa BAB secara normal dari rektum.
  • Terapi radiasi untuk mengatasi kanker yang berada di sekitar rektum, seperti kanker prostat atau ovarium. Sinar radiasi ini berpotensi menyebabkan inflamasi pada permukaan rektum.

Itulah beberapa penyebab radang pada lapisan rektum yang perlu diwaspadai. Membentengi diri dari penyakit menular seksual merupakan langkah utama yang bisa dilakukan dalam mencegah proktitis. Selain itu, lakukan gaya hidup sehat untuk membantu meringankan gejala proktitis, misalnya dengan mengonsumsi makanan yang teksturnya halus dan minim bumbu.

Juga pastikan Anda cukup minum, hindari soda dan minuman berkafein seperti kopi dan teh. Minuman berkafein dapat mengiritasi sistem pencernaan sehingga memperparah kondisi peradangan. Banyak minum air putih dapat membantu mencegah dehidrasi akibat diare.

Baca juga : Obat Tradisional Radang pada Lapisan Rektum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *