Mengenal Abses Perianal Penyakit di Sekitar Anus

By | 2nd October 2017

Mengenal Abses Perianal Penyakit di Sekitar Anus,- Selain penyakit wasir, ada banyak jenis penyakit yang bisa menyerang bagian anus, salah satunya adalah penyakit abses perianal. Abses merupakan kondisi yang nyeri ketika adanya kumpulan nanah yang terjadi di dekat anus. Abses perianal merupakan salah satu jenis abses yang paling sering terjadi.

Abses perianal adalah kondsii dimana rongga rektum terisi dengan nanah dan nanah tersebut timbul di sekitar anus. Rektum adalah bagian terakhi rdari usus besar dimana tinja disimpan sebelum dikeluarkan melalui anus. Ketika rektum dan kelenjar lendir dubur terinfeksi, maka akan terbentuk lubang-lubang kecil pada rongga rektum dan terisi dengan nanah.

Dibandingkan dengan peremuan, laki-laki lebih sering mengidap abses perianal. Penyakit ini dapat terjadi pada usia berapapun. Penyebab umum penyakit ini adalah bakteri dari anus yang menyebar ke bagian sekitar rektum dan menyebabkan peradangan. Sebagian besar dari bakteri ini hidup di dalam usus besar atau tinggal di daerah kulit dekat anus.

Selain itu, abses perianal penyakit disekitar anus ini juga bisa disebabkan oleh luka di anal yang terinfeksi, infeksi menular seksual, atau gangguan usus seperti penyakit Crohn dan divertikulitis usus besar.

Disamping itu, terdapat beberapa faktor tertentu yang dapat meningkatkan risiko mengalami abses perianal, yaitu diantaranya :

  • Seks anal
  • Diabetes
  • Radang usus (penyakit Crohn dan kolitis ulserativa)
  • Penggunaan obat kortikosteroid
  • Sistem kekebalan tubuh yang melemah (seperti karena HIV/AIDS)
  • Penyakit ini dapat terjadi pada bayi atau anak-anak muda dan orang dewasa dengan riwayat luka pada anus.

Tanda dan gejala penyakit ini, terutama yaitu terasa berdenyut pada rektum dan menjadi lebih parah ketika bergerak atau ketika melakukan peregangan. Gejala lain termasuk demam, sembelit, sulit buang air kecil. Terkadang terktum trasa panas, nyeri, dan bengkak.

Kemungkinan ada tanda-tanda dna gejala yang tidak disebutkan. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Dokter kemungkinan akan mendiagnosis abses perianal berdasarkan riwayat medis dan gejala yang dialami. Kemudian dokter dapat memeriksa dubur untuk mengonfirmasi hasil diagnosis dan kolonoskopi untuk mengetahui kondisi lainnya. Dalam beberapa kasus yang karang terjadi, dokter juga dapat melakukan CT scan, MRI atau USG untuk mengonfirmasi lokal abses.

Baca juga :

Penyebab dan Tips Mengatasi Gatal di Anus
Penyakit yang Sering Menyerang Anus
Obat Anus Bayi Luka Berdarah

Operasi merupakan pengobatan yang dapat dilakukan untuk membuka dan menyedot abses. Dalam kebanyakan kasus, pasien akan menjalani rawat jalan, yang berarti Anda bisa pulang setelah melakukan operasi. Jika abses terlalu dalam, dokter akan meminta pasien untuk dirawat di rumah sakit hingga nanah abses benar-benar habis.

Komplikasi pasca operasi dapat terjadi, seperti pemulihan yang tidak selesai, kambuhnya abses, dan pembentukan fistula. Adanya luka membuat kelenjar anal mengalami pembengkakan. Lubang biasanya terbentuk dalam jangka waktu 4 hingga 6 minggu pasca pengangkatan abses dan diperlukan tindakan operasi.

Nyeri yang dirasakan penderita setelah operasi dapat dihilangkan dengan duduk dalam air hangat 3-4 kali sehari dan penggunaan obat penghilang rasa sakit. Pelunak feses digunakan untuk mencegah dan mengatasi sembelit. Pasien juga dapat menggunakan antibiotik untuk menghilangkan gejala yang timbul. Namun, metode pengobatan ini bukan sebagai pengganti tindakan operasi dan pengangkatan abses.

Semoga informasi mengenai abses perianal penyakit disekitar anus ini bisa bermanfaat. Untuk informasi yang lebih lengkap mengenai pengobatan atau hal lainnya, Anda bisa langsung berkonsultasi dengan dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *