Membedakan Kanker Kolorektal dan Wasir Dengan Colok Dubur

By | 18th January 2016

membedakan kanker koloretal dan wasir dengan colok dubur

Angka prevalensi penderita kanker usus (kolorektal) menunjukkan peningkatkan setiap tahunnya. Kanker kolorektal merupakan salah satu jenis kanker dengan tingkat kejadian tinggi. Penyakit ini dapat mengancam keselamatan pria, wanita, muda ataupun tua.

Perdarahan bisa menjadi salah satu gejala dari kanker kolorektal. Namun, perdarahan pada saat buang air besar juga bisa menjadi penyebab dari wasir atau ambeien. Maka dari itu, untuk bisa membedakan apakan ibu wasir atau kanker kolorektal bisa dilakukan dnegan cara colok dubur.

“Kalau sampai terjadi perdarahan itu biasanya tumornya sudah membesar. Sudah parah, untuk membedakannya, bisa dengan colok dubur,” kata Prof Dr dr Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD, KHOM, FINACIM, FACP.

Dengan melakukan colok dubur, maka benjolan tersebut dapat diketahui apakah termasuk kanker usus aatu penyakit wasir. Jika diketahui merupakan kanker usu besar, maka benjolan akan keras dan diibaratkan seperti bakso. Sedangkan benjolan pada wasir atau ambeien cenderung lebih empuk karena pada dasarnya wasir merupakan peningkatan pembuluh darah didaerah anus.

Prof Aru menyebut selama beberapa dekade, kanker kolo dan rektum (kolorektal/KKR)telah meningkat dalam daftar urut 10 kanker tersering dari nomor 10 di tahun 1993 menjadi nomor 3 di tahun 2012. Dikatakan, peningkatan KKR berkaitan dengan perubahan gaya hidup terutama kebiasaan makan dan merokok.

“Sebagian besar bersifat sporadik (tidak menentu-red) dan hanya sebagian kecil yang bersifat herediter (diturunkan dari orang tua-red). Artinya kanker ini mengikuti perubahan zaman dan fakta ini menunjukkan kanker kolorektal bisa dicegah,” kata Prof Aru.

Baca Juga : Obat Wasir Tradisional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *