Masalah Kesehatan Akibat Kurangnya Asupan Serat

By | 16th February 2016

Serat pangan merupakan nutrisi dari tumbuhan yang tersusuk dari karbohidrat dan memiliki sifat resisten terhadap proses pencernaan. Serat bermanfaat untuk membantu menghaluskan sisa makanan (tinja), sehingga limbah tersebut lebih mudah dikeluarkan melalui saluran pencernaan.

Serat merupakan salah satu unsur zat yang penting dan diperlukan oleh tubuh. Jika tubuh mengalami kekurangan serat, maka kondisi kesehatanpun dapat terganggu. Mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan serat tinggi ternyata sangat bermanfaat, selain bisa mencegah beberapa penyakit yang serius, mengonsumsi makanan berserat juga memberikan rasa kenyang serta dapat melancarkan pencernaan.

Masalah Kesehatan Akibat Kekurangan Asupan Serat

Sebuah penelitian membuktikan jika seseorang rutin memenuhi kebutuhan harian serat (14 gram setia 1.000 konsumsi kalori) memiliki kesempatan hidup 9 tahun lebih panjang. Serat berperan penting dalan menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh yang biasanya memicu penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular). Dalam sebuah penelitian jangka panjang, mengonsumsi makanan berserat mampu mencegah penyakit jantung. Penelitian tersebut juga membuktikan jika serat berkhasiat mencegah inflamasi atau peradangan.

Berbagai penelitian kesehatan telah membuktikan bahwa kekurangan asupan serat ternyata berisiko mendatangkan berbagai jenis penyakit, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Sembelit

Tanda umum yang dialami seseorang ketika tidak mendapatkan cukup serat adalah sembelit atau sulit BAB. hal ini dikarenakna serat bermanfaat mengatur pergerakan makanan di dalam usus agar mudah dikeluarkan. Selain kurang serat, sembelit juga bisa disebabkan akibat kurangnya aktivitas fisik, seperti olahraga.

  • Diabetes Mellitus

Pola makan dengan tinggi gula dan rendah serat akan meningkatkan risiko wanita terkena penyakit diabetes tipe 2. Diet tinggi serat dapat memperlambat penyerapan gula dalam darah, sehingga mengurangi risiko terkena diabetes hingga 28%.

  • Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Beberapa studi menunjukkan bahwa asupan serat yang tinggi dapat menurunkan baik tekanan darah sistolik maupun diastolik.

  • Penyakit Jantung

Manfaat dan fungsi serat yang sangat penting salah satunya adalah menurunkan kolesterol dalam darah dan kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan penyakit jantung. Studi menunjukkan bahwa ketika seseorang meningkatkan asupan serat harian rata-rata 10 sampai 20 gram perhati, memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung lebih kecil hingga 19%-27%.

  • Penyakit Kanker Usus

Kanker usus disebabkan karena mengonsumsi makanan yang tidak sehat, seperti makanan berminyak, berprotein tinggi dan rendah serat. Sehingga pencernaan menjadi terhambat dan racun menjadi sulit untuk dikeluarkan dari dalam tubuh. Maka dari itu, sebaiknya penuhi kebutuhan nutrisi yang seimbang, seperti vitamin, serat, protein, dan mineral.

  • Ambeien atau Wasir

Jika Anda kuang serat dan tidak cuku minum air dapat menyebabkan feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan. Ketika buang air besar perlu mengejan, sehingga dapat meningkatkan risiko timbulnya penyakit wasir.

  • Menyebabkan Obesitas

Jika Anda sedang menjalakan program diet atau tidak ingin memiliki berat badan berlebih, sebaiknya masukkan lebih banyak serat ke dalam menu harian Anda. Kurang serat dapat menghambat proses pencernaan dalam tubuh, sehingga sampah menjadi lebih sulit untuk dikeluarkan. Hal ini tentunya akan memicu perut buncit. Selain itu, serat juga membantu Anda menjadi kenyang lebih lama, sehingga mencegah Anda untuk ngemil.

Mengonsumsi makanan yang mengandung serat tinggi sangat dianjurkan dalam memenuhi kebutuhan serat dalam tubuh yang memang tidak boleh kekurangan serat, namun juga tidak boleh berlebihan dalam konsumsi makanan berserat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *