Dampak Menahan Buang Air Besar Terlalu Lama

By | 23rd February 2016

Dampak Menahan Buang Air Besar Terlalu Lama

Buang air besar (BAB) secara rutin merupakan tanda bahwa metabolisme tubuh berjalan lancar dan sehat. Maka dari itulah, jika kita tidak BAB dalam waktu yang cukup lama dampaknya bisa fatal. Selain itu, ketika merasakan ingin buang air besar, sebaiknya Anda tidak menunda-nunda terlalu lama. Selagi tidak ada kesulitan untuk menemukan toilet, segera saja dieksekusi, karena BAB yang ditahan terlalu lama bisa mengganggu kesehatan.

Terlalu sering menahan BAB dapat menyebabkan konsistensi tinja mengeras. Tinja yang mengeras membuat pengeluarannya tidak lancar, bahkan bisa menyumbat usus. Ada pula yang mengatakan bahwa racun-racun dalam tinja akan terserap kembali ke dalam tubuh.

Menurut para peneliti dari Colombia University, semakin lama buang air besar tidak dikeluarkan, maka semakin banyak simpanan air di dalam tubuh yang akan menyerap air dari feses. Akibatnya Anda akan mengalami sembelit, dan tinja menjadi keras ketika dikeluarkan dan membuat Anda harus mengejan.

Semakin kuat mengejan, maka rasa sakit akan semakin terasa. Anda juga akan mengalami risiko terkena penyakit wasir atau mengalami robekan pada kulit disekitar anus. Sementara itu, otot sfingter (otot yang melingkar di dalam anus, yang bisa meregang atau mengendur untuk menahan keluarnya feses) bisa rusak jika Anda memiliki kebiasaan menahan buang air besar dalam waktu yang lama. Yang dimaksud rusak adalah otot tersebut tidak lagi elastis. Akibatnya, setiap kali buang air besar Anda harus ngeden.

Menahan buang air besar terlalu lama juga tidak baik karena itu berarti membiarkan kotoran atau hasil buangan berikut racunnya masih berada didalam tubuh. Ketika tinja menjadi begitu kering dan keras, maka ada kalanya dokter harus menggunakan cara manual untuk memecahkannya menjadi kecil-kecil dan agar lebih mudah dikeluarkan. Dalam kondisi ekstrim, kita harus menjalani operasi untuk mengeluarkan tinja tersbut.

Beberapa orang sudah memiliki siklus yang teratur untuk BAB. Ada yang selalu buang air besar begitu bangun tidur, ada juga yang melakukannya secara rutin sebelum tidur. Jika buang air besar bisa lancar dan bisa tuntas, seharusnya tidak perlu dilakukan terlalu sering.

Terlalu sering maupun terlalu jarang buang air besar sama-sama harus diwaspadai. Buang air besar yang terlalu sering bisa menandakan diare, baik disebabkan oleh infeksi atau sebab lain, misalnya mengonsumsi makanan yang terlalu pedas. Sebaliknya, jarang buang air besar hingga berhari-hari juga bukan pertanda baik. Bisa jadi hal tersebut cuma konstipasi atau bisa juga gejala kanker usus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *